Pencegahan dan Pengobatan Gigi Berlubang

Klinik gigi yogyakarta,Klinik dokter gigi Yogyakarta,Praktek dokter gigi di Yogyakarta, Klinik gigi jogja,Klinik   dokter gigi jogja,Praktek dokter gigi di jogja,Pasang kawat gigi jogja,pasang kawat gigi di jogja,pasang kawat gigi   yogyakarta,gigi palsu jogja,gigi palsu yogyakarta, behel gigi jogja,behel gigi di yogyakarta, pasang kawat gigi   murah, pasang kawat gigi bagus,pasang bracket gigi, Klinik gigi solo,Klinik dokter gigi solo,Praktek dokter gigi di   solo, Klinik gigi di magelang,Klinik dokter gigi magelang,Praktek dokter gigi di magelang,Klinik gigi di   purworejo,Klinik dokter gigi purworejo,Praktek dokter gigi di purworejo,Klinik gigi di klaten,Klinik dokter gigi   klaten,Praktek dokter gigi di klaten, Pembersihan karang gigi,Pencabutan Gigi Anak dan Dewasa,Penambalan Gigi   ,Penambalan Komposit (Laser),Pemutihan Gigi / Bleaching,Pengobatan Gigi Sensitif,Pemasangan Gigi Palsu/Tiruan   Lepasan, Pemasangan Gigi Palsu/Tiruan Cekat, Pemasangan Gigi Palsu/Tiruan Sebagian,Perawatan Saluran Akar/Syaraf   Gigi,Operasi Gigi Belakang Miring,Operasi Gusi Berlebih,Operasi Tulang Berlebih,Operasi pengeluaran akar gigi yang   terbenam,Perbaikan Gigi Tiruan Lepasan Longgar/Patah,Mahkota Selubung Gigi,Mahkota Pasak,Pasang Bracket(Kawat gigi)   Stainless / Transparan,Pasang Intan di Gigi

Karies gigi atau gigi berlubang adalah salah satu penyakit yang umum di masyarakat yang sering kita jumpai. Banyak masyarakat menganggap remeh dalam menjaga kesehatan mulutnya dan akhirnya akan berdampak terhadap jaringan – jaringan di dalam mulut. Karies adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya interaksi antara bakteri plak, diet, dan gigi. Bakteri utama penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans.

Keberadaan bakteri dalam mulut merupakan suatu hal yang normal. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies/Gigi berlubang.

Adapun untuk mencegah terjadinya karies (gigi berlubang) adalah dapat dilakukan dengan :

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur
  • Lakukan flossing (membersihkan gigi dengan benang gigi/dental floss) sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.Mengurangi makanan manis atau berkumur-kumur setelah makan manis.
  • Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman yang manis seperti soda.
  • Perbanyak makan buah dan sayuran karena serat buah dan sayuran dapat membersihkan gigi..
  • Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.

Pengobatan gigi berlubang

Biasanya perawatan yang diberikan adalah pembersihan jaringan gigi yang terkena karies dan penambalan (restorasi). Bahan tambal yang digunakan dapat bermacam-macam, misalnya resin komposit (penambalan dengan sinar dan bahannya sewarna gigi), glass ionomer cement, kompomer, atau amalgam (sudah mulai jarang digunakan).

Pada lubang gigi yang besar dibutuhkan restorasi yang lebih kuat, biasanya digunakan inlay atau onlay, bahkan mungkin mahkota tiruan. Pada karies yang sudah mengenai jaringan pulpa, perlu dilakukan perawatan saluran syaraf. Bila kerusakan sudah terlalu luas dan gigi tidak dapat diperbaiki lagi, maka harus dilakukan pencabutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *