Tips Cara Menyikat Gigi yang Benar

On July 4, 2013
sikat gigi, perawatan gigi,kesehatan gigi,klinik gigi,praktek dokter gigi,dokter gigi jogja,klinik gigi jakarta,yogyakarta,dental care yogya

Cara menyikat gigi yang benar

Kelihatannya sepele tapi kegiatan yang satu ini punya manfaat yang sangat besar. Jika diabaikan atau dilakukan asal-asalan bisa menyebabkan sakit gigi bahkan bau mulut. Ya, menyikat gigi harus dilakukan dengan cara yang benar. Nah, sudahkah Anda melakukannya dengan benar?

Dikutip dari Times of India, Kamis(25/4/2013), ahli estetika gigi dr Sushant Umre berbagi tentang hal-hal penting dalam perawatan mulut, sebagai berikut:

Cara Paling Tepat Menyikat Gigi

1. Menyikat gigi dengan tepat penting untuk membersihkan gigi dan gusi secara efektif. Gunakan sikat gigi yang lembut berbahan nilon, yang memiliki bentuk lingkaran. Bahan dan bentuk ini tidak akan mengiritasi gigi dan tidak akan menimbulkan kerusakan pada gusi.

2. Tempatkan bulu sikat di sepanjang garis gusi pada sudut 45 derajat. Bulu harus terhubung pada kedua permukaan gigi dan gusi.

3. Pertama sikat dengan lembut bagian permukaan gigi bagian luar, kemudian permukaan bagian dalam gigi dengan gerakan ‘bergetar’ ke belakang dan gerakan berputar. Miringkan sikat secara vertikal di belakang barisan depan gigi.

4. Buatlah beberapa gerakan naik dan turun menggunakan setengah sikat depan. Tempatkan sikat pada sela gigi dan gunakan bagian belakang yang lembut untuk menyikat lidah. Sikat lidah dari belakang ke depan untuk menghilangkan bakteri penghasil bau.

5. Awasi anak-anak dalam menyikat gigi sampai mereka memahami benar langkah sederhana ini. Gunakan pasta gigi seukuran kacang, dan sebaiknya bebas flouride. Jika anak berusia di bawah enam tahun, pastikan mereka tidak menelan pasta gigi.

Pasta Gigi dan Sikat Gigi yang Benar

Kebanyakan dokter gigi menyarankan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut, terutama bagi orang-orang yang memiliki gigi dan gusi sensitif. Orang dewasa maupun anak-anak harus menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut. Sikat gigi dengan bulu keras tidak lebih efektif dalam menghilangkan plak atau noda.

Pastikan juga untuk memilih ukuran kepala sikat gigi yang dapat dengan mudah masuk ke mulut dan mampu menyikat deretan gigi bersamaan. Ingatlah juga bahwa sikat gigi harus diganti setiap tiga bulan atau lebih awal jika bulu mulai terlihat aus atau usang (bulu sudah membentuk kipas keluar atau mengembang merupakan tanda bahwa sudah waktunya untuk mengganti sikat gigi).

Setelah berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli kesehatan tentang kebutuhan terpenting kesehatan mulut Anda, carilah produk yang kategorinya cocok untuk Anda. Pilihlah selalu pasta gigi yang mengandung fluoride. Sebab pasta gigi yang mengandung fluoride telah terbukti mencegah gigi berlubang, tetapi kandungan ini tidak dapat digunakan pada anak di bawah usia enam tahun karena mereka memiliki kecenderungan untuk menelan pasta gigi.

Berkumur Setelah Makan

Segeralah berkumur setelah makan. Sebab seusai makan, partikel makanan akan tinggal dalam mulut sehingga mengumpulkan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Makanan yang berkumpul di sela gigi, di lidah dan di sekitar gusi dapat membusuk dan meninggalkan bau yang tidak menyenangkan.

Gigi palsu yang tidak dibersihkan dengan benar setelah makan juga dapat menjadi sarang bakteri yang menyebabkan bau. Selain itu batasi kopi, teh dan alkohol. Produk kafein seperti kopi, teh dan cola akan bertindak sebagai diuretik yang pada gilirannya berkontribusi pada mulut kering. Air adalah solusi terbaik, sehingga minumlah air setidaknya 8-12 gelas cairan sehari, kecuali jika ada saran tertentu dari dokter Anda.

Mengatasi Bau Mulut

Makanan tertentu, seperti bawang putih, berkontribusi terhadap bau nafas. Setelah makanan diserap ke dalam aliran darah, selanjutnya akan ditransfer ke paru-paru dan akan dikeluarkan kembali.

Menyikat gigi, menggunakan flossing dan obat kumur hanya akan menutupi bau sementara. Bau akan berlanjut sampai tubuh menghilangkan makanan. Hati-hati juga ketika diet, karena dapat menyebabkan napas yang tak sedap lantaran jarang makan.

Bau mulut juga dapat disebabkan oleh mulut kering (xerostomia), yang terjadi saat aliran air liur berkurang. Padahal air liur diperlukan untuk membersihkan mulut dan menghilangkan partikel yang dapat menyebabkan bau.

Mulut kering dapat disebabkan oleh berbagai obat, masalah pada kelenjar ludah atau bernafas terus-menerus melalui mulut. Jika Anda menderita kondisi mulut kering, dokter gigi Anda mungkin akan memberikan resep saliva buatan, atau menyarankan untuk memakan permen tanpa gula dan meningkatkan asupan cairan.

Produk tembakau juga dapat menyebabkan bau mulut. Jika Anda seorang perokok, mintalah dokter gigi Anda untuk memberi tips menghilangkan kebiasaan tersebut.

Jika Anda berpikir Anda memiliki bau mulut yang konstan, maka jagalah makanan yang Anda makan dan obat-obatan yang Anda ambil. Beberapa obat mungkin berperan dalam menciptakan bau mulut.

Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride akan sangat baik untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan plak. Sikat juga lidah Anda. Sekali sehari, Anda juga perlu menggunakan benang atau pembersih interdental untuk membersihkan sela-sela gigi.

Perawatan Gusi

Periodontal (gusi) merupakan penyakit infeksi di sekitar jaringan dan juga gigi. Ini adalah penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa.

Periodontal (gusi) merupakan penyakit yang disebabkan oleh plak, lapisan lengket bakteri yang terus-menerus terbentuk pada gigi. Bakteri akan membuat racun yang dapat merusak gusi.

Nah, Anda dapat mencegah penyakit periodontal ini dengan memperhatikan dengan baik gusi Anda setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi teratur.

Berikut adalah cara untuk menjaga gusi tetap sehat:

– Sikat gigi Anda dengan baik dua kali sehari
– Bersihkan sela-sela gigi setiap hari
– Makan makanan yang seimbang
– Pilih berbagai makanan dari kelompok makanan dasar, seperti roti, sereal dan produk biji-bijian lain, buah-buahan, sayuran, daging, unggas dan ikan, dan produk susu, seperti susu, keju dan yoghurt. Batasi camilan di antara jam makan
– Kunjungi dokter gigi Anda setiap beberapa bulan secara teratur

Ingat, perawatan gigi yang tepat dapat dimulai sebelum bayi mendapat gigi pertamanya. Karenanya, segera setelah bayi mendapatkan gigi pertama, buatlah janji untuk bertemu dokter gigi.

source: http://health.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *